2026-10-12
Operasi Puting Terbenam pada Wanita: 3 Pertanyaan Paling Sering Diajukan (Tanya Jawab)
Tanya jawab seputar operasi puting terbenam: bisakah menyusui, risiko kambuh, dan pentingnya pemeriksaan jika terbenam muncul setelah dewasa.

Ini adalah keluhan yang sulit diceritakan kepada siapa pun dan hanya bisa Anda pendam sendiri: “puting terbenam” (inverted nipple).

Sebenarnya, kondisi ini bukanlah masalah langka yang hanya dialami segelintir orang. Menurut data statistik, sekitar 3,2% atau lebih perempuan di Korea memiliki puting terbenam, dan lebih dari 86% dari mereka mengalaminya pada kedua payudara.
Masalahnya tidak berhenti pada stres penampilan, seperti enggan pergi ke pemandian umum. Ketika ditambah masalah kebersihan akibat sekret yang menumpuk, serta kekhawatiran soal menyusui di masa depan, akhirnya banyak orang yang mantap memutuskan untuk menjalani operasi.

Dokter bedah bertopi operasi, masker, dan kacamata pembesar berlampu kepala sedang melakukan operasi.
Namun, saat mulai mencari tahu tentang koreksi, rasa takut biasanya lebih dulu muncul.
“Apakah saya masih bisa menyusui?”
“Bagaimana kalau nanti terbenam lagi?”
Di tengah banyaknya informasi di internet, jangan hanya membandingkan biaya atau mengandalkan ulasan. Yang terpenting adalah memahami kondisi anatomi payudara Anda secara tepat.
Hari ini, melalui tiga pertanyaan inti yang paling sering diajukan pasien saat konsultasi, kami akan menjawab kebingungan Anda dengan jelas.
Q1. Apakah masih bisa menyusui setelah operasi?

Jawaban singkatnya, semua bergantung pada “metode operasi yang dipilih”.
Operasi puting terbenam secara garis besar terbagi menjadi dua jenis:
1) “Operasi pelestarian saluran susu” (duktus laktiferus), yaitu metode yang mempertahankan saluran susu
2) “Operasi pemotongan saluran susu”, yaitu metode yang memisahkan saluran susu
Jika Anda berencana hamil dan melahirkan di kemudian hari, operasi pelestarian saluran susu menjadi pilihan utama. Saluran susu dijaga agar tidak rusak sehingga fungsi menyusui tetap terjaga, sementara puting ditarik keluar.
Namun, jika tingkat terbenamnya sudah sangat parah, atau saluran susu yang memendek menarik puting ke dalam dengan kuat sehingga risiko kambuh tinggi, pemotongan saluran susu mungkin tidak terhindarkan. Dalam kasus ini, fungsi menyusui tentu akan terbatas.

Karena itu, saat konsultasi, sampaikan dengan jelas rencana kehamilan dan menyusui Anda di masa depan kepada tim medis. Hal terpenting adalah merancang rencana operasi yang disesuaikan secara personal (1:1) dengan kondisi Anda.
Q2. Setelah dikoreksi sekali, apakah tidak akan kambuh lagi?

Tingkat kekambuhan juga sangat bergantung pada tingkat keparahan terbenam saat ini dan metode operasi yang dipilih.
Operasi pelestarian saluran susu memang memiliki keunggulan karena fungsi menyusui tetap terjaga. Namun, jaringan saluran susu yang tersisa masih memiliki sifat seperti karet yang berusaha menarik puting kembali ke posisi semula. Karena itu, kemungkinan puting kembali terbenam relatif tetap ada.
Sebaliknya, jika dipilih metode yang membedah dengan cermat jaringan fibrosa di bagian dalam yang menarik puting dengan kuat, lalu menambahkan struktur penopang, tingkat kekambuhan akan berkurang secara signifikan.

Terutama jika Anda pernah mengalami kekambuhan atau terbenamnya sudah sangat parah, sekadar menjahit dan mengikat dari luar tidak akan cukup.
Dalam kasus ini, rongga di bagian dalam puting perlu diisi dengan cangkok jaringan autolog (jaringan milik sendiri) atau dermis alogenik, sehingga terbentuk “tiang” yang kokoh sebagai penyangga. Teknik tingkat tinggi seperti inilah yang diperlukan untuk mencegah terbenam kembali.
Inilah alasan utama mengapa Anda sebaiknya mencari dokter spesialis yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan anatomi yang mendalam, bukan sekadar tawaran harga murah ala promo acara.
Q3. Terbenam tiba-tiba setelah dewasa, bolehkah langsung dioperasi?

Daripada terburu-buru menjalani operasi demi tujuan estetika, “identifikasi penyebab” adalah prioritas yang paling utama.
Puting terbenam umumnya merupakan kondisi bawaan yang terjadi karena saluran susu tidak tumbuh dengan baik selama masa pubertas.
Namun, bagaimana jika suatu hari, setelah dewasa, puting yang tadinya normal tiba-tiba tertarik ke dalam? Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Bisa jadi ini adalah tanda bahaya yang jelas dari tubuh, karena adanya penyakit inflamasi seperti kanker payudara atau mastitis (radang kelenjar payudara), atau tumor yang jaringan lesinya menarik puting ke arah dalam.


Oleh karena itu, puting terbenam yang muncul setelah dewasa tidak boleh langsung dikoreksi hanya dengan menarik bentuk luarnya tanpa pemeriksaan. Pastikan terlebih dahulu melalui pemeriksaan teliti seperti USG untuk memastikan tidak ada lesi lain di dalam payudara. Setelah dipastikan tidak ada masalah kesehatan, koreksi estetika barulah dapat dilakukan dengan aman.
Sejauh ini, kita telah membahas tiga pertanyaan utama yang paling sering diajukan sebelum operasi puting terbenam, yaitu:
1) Kemungkinan tetap bisa menyusui
2) Cara mencegah kekambuhan
3) Hal yang perlu diperhatikan jika terbenam muncul setelah dewasa

Koreksi puting terbenam bukan sekadar tindakan ringan untuk mengeluarkan bagian yang masuk ke dalam. Operasi ini menangani struktur anatomi payudara dan fungsi saluran susu yang kompleks, serta harus mempertimbangkan keindahan visual dan pelestarian fungsi secara bersamaan. Ini adalah operasi yang sangat halus dan membutuhkan ketelitian.
Jangan mudah tergiur oleh harga murah. Sebelum operasi, mulailah dari pemeriksaan USG dan dapatkan diagnosis yang akurat atas kondisi Anda dari dokter spesialis yang memahami struktur internal payudara secara mendalam.
Semoga Anda bisa melepaskan beban yang selama ini terpendam, dan kembali menjalani keseharian yang percaya diri serta sehat.
<Kolom terkait yang juga bermanfaat untuk dibaca>
Amorata Plastic Surgery |
Telepon Utama 02-522-0955 Seoul, Seocho-gu, Seorodaero 78-gil 28, Square Cube, Lantai 3 |
Artikel ini ditulis langsung oleh Amorata Plastic Surgery sesuai dengan Pasal 56 Undang-Undang Layanan Medis, dengan tujuan memberikan informasi medis yang benar.
Setiap tindakan dan operasi dapat menimbulkan efek samping, baik kecil maupun besar, tergantung pada kondisi masing-masing individu. Harap ambil keputusan dengan hati-hati setelah berkonsultasi secukupnya dengan tim medis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah masih bisa menyusui setelah operasi?
Jawabannya bergantung pada metode operasi. Jika Anda berencana hamil dan melahirkan, metode yang melestarikan saluran susu menjadi prioritas. Namun, jika terbenamnya parah atau risiko kekambuhannya tinggi sehingga pemotongan saluran susu tidak terhindarkan, fungsi menyusui bisa terbatas.
Apakah tidak akan kambuh lagi setelah sekali dikoreksi?
Tingkat kekambuhan sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan terbenam dan metode operasi. Operasi pelestarian saluran susu relatif memiliki kemungkinan terbenam kembali. Sebaliknya, jika pernah kambuh atau terbenamnya parah, diperlukan teknik tingkat tinggi, seperti cangkok jaringan autolog atau dermis alogenik.
Jika puting terbenam tiba-tiba muncul setelah dewasa, bolehkah langsung dioperasi?
Daripada langsung operasi, identifikasi penyebab adalah prioritas utama. Jika puting terbenam muncul tiba-tiba setelah dewasa, penyebabnya bisa berupa lesi di dalam payudara, seperti penyakit inflamasi (kanker payudara atau mastitis) atau tumor. Pastikan melalui pemeriksaan lanjutan seperti USG sebelum mempertimbangkan koreksi.
Kapan puting terbenam biasanya muncul?
Sebagian besar puting terbenam merupakan kondisi bawaan yang terjadi saat masa pubertas, ketika saluran susu tidak tumbuh dengan baik. Sebaliknya, terbenam yang muncul tiba-tiba setelah dewasa bisa menjadi tanda adanya lesi di dalam payudara sehingga perlu diperiksa penyebabnya.
Pemeriksaan apa saja yang diperlukan sebelum operasi?
Sebelum operasi, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan seperti USG agar kondisi Anda terdiagnosis dengan akurat. Terutama jika terbenam muncul setelah dewasa, pastikan tidak ada lesi lain di dalam payudara sebelum melakukan koreksi estetika.